Blog Ter-Aneh Yang Pernah Ada

Diary KonyolMarch 30, 2009 5:26 pm

     Hari ini engga’ ada yang istimewa, seperti biasa naek angkot kesiangan, ketemu orang yang aneh di angkot, iwan engga kuliah, yup itulah rutinitas yang selalu gw lakuin setiap harinya. Di kampus tadi rasanya datar-datar ajah. Tapi pas pulang dari kampus gw dapat berita kalau program yang udah gw buat salah (lebih tepatnya kurang benar), karena program gw terlalu sederhana, abis mendengar kabar itu gw langsung nyalain komputer gw dan browsing untuk mencari contoh program (codingan), banyak contoh program yang udah gw download, tapi gw masih belum menemukan coding yang gw cari, malah saat gw melihat codingan-codingan itu, seolah-olah huruf-huruf dari codingan itu melayang-layang beterbangan seperti kunang-kunang yang lagi pengen boker,emoticon

     Hingga kabar ini di turunkan gw masih berada di depan komputer dengan kapasitas mata 5 watt, arus iler 5 meter/jam, untuk hari ini segini dlu aja deh, gw mesti tidur, besok ada kuliah pagi. Jadi selamat tidur….emoticon

Diary KonyolMarch 29, 2009 3:21 pm

        Wah udah lama ne engga’ pernah update blog gw lagi, maklum sibuk ma kuliah, banyak tugas be-terbang-an dari dosen2 gw. mulai dari presentasi interpersonal skil, ecommerce dan mobile programming. Belum lagi akhir2 ne gw lagi mabok facebook, komen2an ma tmn2 kuliah n temen SMU.

        Yah besok udah mulai kuliah lagi, oh ya kemarin adalah hari yang paling “bad mood” buat gw, bayangin ja, temen smu gw yang sekarang satu kampus dengan gw mengobarkan panji-panji peperangan melalui facebook (jiah kayak peperangan jaman majapahit ajah ne). Sebut saja namanya cewekngeselinkelewatpede, awalnya sih mungkin dia mau bercanda, tapi malah kelewatan (naik angkot kale…), begini ceritanya dia merupakan anggota dari sebuah grup di facebook (grup alumni sekolah), di grup itu lagi ada rencana mengadakan reuni sekolah, terus gw kirim komen

gw : "ayo kita kuasai dunia per-facebook-an",

        Maksudnya sih mau memompa semangat para temen-temen yang ada di grup itu, eh engga’ ada tarzan engga ada ujan dia malah ngebales komen gw itu dengan menyindir gw dengan ngebawa-bawa nama fakultas dan jurusan kuliah gw (kenapa dia engga bawa gerobak cendol terus jualan di pasar aja sekalian),

cewekngeselinkelewatpede : "yaelah mentang2 anak ******** gaya u mau nguasain facebook" (sensor mode on),

        Melihat komen dari dia, gw ngerasa ne dia mau becanda, tapi gw bilang ke dia kalau engga’ etis kalau bawa fakultas, Karena gw ngerasa risih,

gw : “engga usah bawa2 fakultas dong, gw ngerasa risih ne”

        Eh bukannya dia berhenti atau minimal bilang sorry, malah dia makin menjadi-jadi dan terkesan ngeremehin gw

cewekngeselinkelewatpede : “yaelah klo engga mau diri lu di publikasiin engga usah punya FB lu, dasar orang pri*m*t*f, orang j*du* masih ada aja orang kayak lu”

Yoi ne bukan lagi bercanda, dan yang bikin gw tersinggung adalah komen dia yang terakhir ini

cewekngeselinkelewatpede : “perhatian semua,  ada orang pri*m*t*f, orang j*du* disini, masih ada aja orang kyak gini”

Padahal komen ini ada di sebuah grup di facebook yang bisa dibaca semua anggota di forum itu,

        Seakan-akan dia ngerasa derajat adalah sesuatu yang harus di ketahui oleh orang lain. Kalau dia kaya raya dia ingin semua orang tau kalau dia adalah orang kaya, menurut gw derajat seperti pangkat, adalah sesuatu yang tidakperlu di ketahui orang lain, kita pintar tidak harus di ketahui oleh orang lain, yang perlu kita lakukan adalah biarkanlah orang lain mengetahui hal  itu dengan sendirinya karena nanti kalau kita yang mengatakannya bukan tidak mungkin akan ada kesan kita sombong, dan akan ada jarak antara kita, seperti si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh,

Inilah pemikiran dan pengalamam sederhana gw :

        Entah kenapa kalau ada orang yang ingin tau atau bicara tentang bagaimana sekolah gw,gw kuliah dimana,fakultas apa,jurusan apa, gw merasa kurang pas aja, karena gw takut nantinya akan ada gap (jarak) antara gw dengan orang lain. Seperti saat gw pulang ke kampung (waktu gw smu), gw ketemu dengan temen-temen smp gw di acara kenaikan kelas di sekolah smp, waktu itu kami berkumpul entah berapa orang lagi membicarakan tentang  pengalaman sekolah  kami masing-masing, dan diantara kami yang saling becerita ada salah satu temen gw yang diam saja dengan wajah yang datar-datar aja, dia hanya menjadi pendengar yang baik saja dan dia engga’ pernah mengeluarkan ceritanya sedikitpun. Karena merasa ingin tahu gw mengajak dia keluar dari sekolah dan bicara berdua saja. Dan sedih banget gw mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya, dia bilang kalau setelah lulus sekolah smp dia berhenti sekolah karena orang tuanya tidak mampu membiayai, dan yang membuat gw miris adalah saat dia bilang :

        “Gw merasa sedih sekaligus senang mendengar kamu dan teman-teman yang lain bisa melanjutkan sekolah, aku senang kalian tidak menjadi seperti aku yang ingin sekolah tapi tidak bisa sekolah, di saat kalian membicarakan tentang sekolah kalian, gw ngerasa engga’ pantas ada di antara kalian, gw merasa ada jarak di antara kita, ya jarak yang biasanya orang menganggapnya sebagai sesuatu yang remeh”, mendengar kata-kata dari dia, gw baru sadar sesuatu yang kita anggap membanggakan dan kita umbar bukanlah status atau jabatan, melainkan berusaha melihat sekitar dan memahaminya,

Udah ah kepanjangan ne nulisnya besok lg emoticon